NALURINEWS.COM, Meureudu - Dua bulan sudah berlalu sejak banjir bandang menghantam sejumlah kecamatan di Kabupaten Pidie Jaya, namun bagi warga, bencana seolah belum berakhir.
Kondisi salah satu rumah warga di Pidie Jaya setelah dua bulan banjir bandang.
Hingga Senin, 26 Januari 2026 gundukan lumpur hingga setinggi tiga meter masih menjadi pemandangan sehari-hari di Gampong Pante Beureune, Kecamatan Meurah Dua yang mengubur rumah dan harapan mereka.
Di tengah keterbatasan, warga mencoba bangkit secara swadaya. Dengan peralatan seadanya, mereka mengeruk material sisa banjir yang membatu. Sayangnya, bantuan pemerintah sejauh ini baru menyentuh pembersihan akses jalan saja, sementara area dalam lingkungan warga seolah luput dari perhatian.
"Kami serba kekurangan. Air bersih susah, MCK pun terbatas," ungkap Muhammad Amin, pria berusia 60 tahun yang kini harus menghabiskan masa tuanya di tenda darurat.
Kini, warga Pante Beurene hanya bisa menanti uluran tangan pemerintah dan relawan. Tanpa bantuan alat berat, lumpur tebal itu akan tetap menjadi penghalang bagi mereka untuk kembali pulang ke rumah.[Riski]
Posting Komentar untuk "Terlupakan di Balik Lumpur: Nestapa Warga Pidie Jaya Bertahan dalam Tenda"