
Genangan air di komplek MIN 4 Meurah Dua, Pidie Jaya.
NALURINEWS.COM, Meureudu - Hampir tiga bulan pasca-banjir bandang yang menerjang Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, proses pemulihan wilayah tersebut dinilai masih jauh dari harapan.
Meski status tanggap darurat telah diperpanjang sebanyak lima kali, sejumlah fasilitas publik, terutama sektor pendidikan, masih dalam kondisi memprihatinkan.
Salah satu potret lambatnya pemulihan terlihat di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 04 Dayah Kruet, Kecamatan Meurah Dua. Sekolah yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak-anak menimba ilmu ini masih dilingkupi keterbatasan.
Ruang belajar mengalami kerusakan berat, sementara peralatan sekolah hilang tersapu arus banjir. Akibatnya, aktivitas belajar mengajar hingga kini belum berjalan maksimal.
Para guru dan murid terpaksa berjuang melanjutkan kegiatan sekolah dengan fasilitas seadanya. Lambatnya proses renovasi dan minimnya bantuan logistik menjadi kendala utama di tengah status tanggap darurat yang terus diperpanjang.
Kepala MIN 04 Pidie Jaya, Zulkarnaini, mengungkapkan kegelisahannya terkait kondisi ini. Ia berharap pemerintah memberikan perhatian khusus agar proses belajar mengajar bisa kembali normal.
"Siswa kami saat ini sangat kekurangan perlengkapan dasar seperti buku, tas, dan sepatu. Dewan guru pun membutuhkan papan tulis serta kursi untuk mengajar. Mengingat sekolah kami merupakan bangunan lama yang terdampak parah, kami sangat berharap pemerintah memberi perhatian khusus," ujar Zulkarnaini.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat dan pihak sekolah masih menanti langkah konkret dari pemerintah daerah maupun pusat agar masa pemulihan tidak semakin berlarut-larut.[Riski]
Posting Komentar untuk "Lima Kali Perpanjang Tanggap Darurat, Pemulihan di Pidie Jaya Masih Terseok"