Bupati Pidie Hadiri Rakor Evaluasi Penanganan dan Pemulihan Pascabencana Bersama Mendagri

Bupati Pidie, Sarjani Abdullah di rakor dan evaluasi capaian penenganan bencana di Aceh.


BANDA ACEH
– Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) dan Evaluasi Capaian Penanganan serta Percepatan Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi di Aula Serba Guna, Kantor Gubernur Aceh, Selasa, 9 Juni 2026. Kegiatan yang diinisiasi oleh Pemerintah Aceh ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan penanganan bencana sekaligus mempercepat langkah rekonstruksi di wilayah terdampak.

​Selain Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, rakor tersebut juga dihadiri oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Wakil Gubernur Fadhlullah, sejumlah bupati dan wali kota se-Aceh, serta jajaran Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) terkait. Forum ini fokus membahas berbagai capaian yang telah diraih, kendala lapangan, hingga strategi percepatan rehabilitasi ke depan.

​Juru Bicara Bupati Pidie, Andi Firdhaus, menegaskan bahwa Pemkab Pidie berkomitmen penuh mendukung percepatan pemulihan pascabencana. Fokus utama terletak pada perbaikan infrastruktur, optimalisasi pelayanan publik, dan pemulihan ekonomi masyarakat terdampak.

​“Koordinasi yang baik di semua level pemerintahan menjadi kunci penting agar proses pemulihan tepat sasaran dan dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat," ujar Andi.

​Dalam rakor tersebut, Mendagri Tito Karnavian memaparkan perkembangan penanganan pascabencana di Aceh. Salah satu poin utamanya adalah target pemulihan lahan pertanian seluas 31.464 hektare, yang hingga saat ini progres konstruksinya baru mencapai 2.869 hektare atau sekitar 9,11 persen.

​"Berdasarkan data yang disampaikan Mendagri, di Kabupaten Pidie tercatat ada tingkat kerusakan ringan untuk lahan pertanian seluas 287 hektare," kata Andi mengutip data yang dipaparkan Tito dalam rapat.

​Selain sektor pertanian, Andi juga membeberkan rencana pembangunan Hunian Tetap (Huntap) di Kabupaten Pidie yang menyasar 148 Kepala Keluarga (KK). Rinciannya mencakup skema Insitu sebanyak 58 KK dan Eksitu sebanyak 90 KK yang ditempatkan di satu lokasi seluas 0,8 hektare.

​Sementara itu, terkait progres penyaluran bantuan Jaminan Hidup (Jadup), data Satgas per 8 Juni 2026 menunjukkan total penerima mencapai 35.714 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) se-Aceh. Untuk Kabupaten Pidie sendiri, bantuan tahap pertama telah terealisasi kepada 151 KPM.

Sinergi dan Harapan Daerah

​Melalui forum ini, Pemkab Pidie berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antarinstansi dalam menghadapi tantangan pemulihan pascabencana. Bupati Pidie juga mengharapkan dukungan penuh dari pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh guna mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayahnya.

​Andi menambahkan, kehadiran langsung Bupati Sarjani Abdullah dalam rakor ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah untuk terus berperan aktif di garda depan pemulihan.

​"Mohon doa dan dukungan dari kita semua agar proses ini berjalan lancar," tutup Andi.[]

Posting Komentar untuk "Bupati Pidie Hadiri Rakor Evaluasi Penanganan dan Pemulihan Pascabencana Bersama Mendagri"