NALURINEWS.COM, Meureudu - Pidie Jaya terperangkap dalam cengkeraman bencana yang lambat namun mematikan. Hari ini, kawasan suci di sekitar Masjid Kabupaten Pidie Jaya di Gampong Menasah Lhok, Kecamatan Meureudu, masih menjadi saksi bisu keganasan alam.
Air bah yang seharusnya hanya tinggal kenangan, kini justru terkunci dan tertahan di halaman ibadah!
Pemicunya adalah sebuah tragedi lingkungan: Sungai Utama telah mati suri! Tumpukan kayu dan material sisa banjir bandang beberapa hari lalu telah membentuk bendungan liar yang mencekik aliran sungai.
Halaman Masjid Menjadi Danau, Ancaman Banjir Susulan Menggantung
Genangan air kotor bukan lagi sekadar kotoran. Ia telah merayap, memenuhi sebagian besar halaman masjid, bahkan mengancam ambang pintu area ibadah. Setiap langkah yang diayunkan warga adalah langkah yang membelah genangan lumpur dan air yang enggan surut.
"Air seharusnya sudah lenyap! Tapi penyumbatan monster di hulu sungai itu membuat kami semua tercekik bersama air ini," ratap seorang warga, Minggu, 30 November 2025.
Ketekutan nyata kini menghantui setiap napas warga Menasah Lhok. "Kami takut, sangat takut, jika langit kembali menangis, air bah akan menjadi badai yang menyapu rumah dan kampung kami! Sejak hari pertama, tidak ada satu pun tangan penolong yang menyentuh kami di sini," teriak Hayatun Nupus, suaranya sarat keputusasaan.
Terlupakan dan Sendirian
Suwardi, warga lain, menambahkan gambaran pilu. "Mereka hanya berkerumun di posko pinggir jalan, seolah kami yang di sini terlupakan dari peta. Kami bukan hanya butuh janji, kami butuh dorongam alat berat untuk merobek sumbatan ini, dan kami butuh air bersih karena sumber kami sudah dikepung lumpur!"
Hingga laporan ini disiarkan, kawasan masjid Gampong Menasah Lhok masih berdiri sendirian dalam genangan, terisolasi dari uluran tangan bantuan.[Riski]

Posting Komentar untuk "Bencana Mengintai ! Sunyi Keputusasaan Menyelimuti Masyarakat Meureudu"