
Rumah warga di Pidie Jaya kembali terendam.
NALURINEWS.COM, Meureudu - Kabupaten Pidie Jaya kembali dikepung banjir untuk ketujuh kalinya sejak bencana besar November 2025 lalu. Curah hujan tinggi di wilayah pegunungan memicu luapan Sungai Meureudu yang merendam permukiman warga di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua pada Sabtu, 14 Februari 2026 malam.
Air mulai masuk ke pemukiman sekitar pukul 19:30 WIB dengan ketinggian mencapai 80 cm. Beberapa desa terdampak parah meliputi Pante Beureune, Meunasah Lhok, Dayah Husen, Meunasah Mancang, Beurawang, dan Meunasah Raya.
Selain merendam rumah, akses jalan utama dan fasilitas umum juga dilaporkan lumpuh.
Ishak, warga Meunasah Lhok, mengungkapkan kekecewaannya karena banjir terus berulang. "Ini sudah ketujuh kalinya. Kami sangat berharap pemerintah melakukan normalisasi sungai secara menyeluruh dan serius," ujarnya.
Kondisi ini memperlambat proses pemulihan warga yang bahkan belum sempat membangun kembali hidup mereka pascabanjir bandang tahun lalu.[Riski]
Posting Komentar untuk "Derita Belum Usai, Banjir Ketujuh Kalinya Rendam Pidie Jaya dalam Tiga Bulan"