
Kondisi warga di Kantor Camat Mutiara, Kabupaten Pidie.
NALURINEWS.COM, Sigli - Puluhan warga Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie, mendatangi Kantor Camat setempat pada Kamis (26/3/2026). Kedatangan massa ini bertujuan untuk mempertanyakan ketidakmerataan penyaluran bantuan bagi korban banjir di wilayah tersebut.
Aksi ini sempat terekam dalam video berdurasi 14 detik yang viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, terlihat massa yang didominasi oleh kaum ibu (emak-emak) memadati halaman kantor. Sebagian warga tampak memeriksa daftar nama penerima bantuan yang tertempel di dinding kantor, sementara lainnya merekam situasi menggunakan ponsel.
Penyebab Kericuhan
Berdasarkan informasi yang dihimpun, warga merasa kecewa karena banyak masyarakat terdampak banjir yang justru tidak terdaftar sebagai penerima bantuan. Kondisi inilah yang memicu warga untuk melakukan delegasi dan menemui pihak kecamatan guna meminta klarifikasi.
Camat Mutiara, Nasrul menjelaskan bahwa aksi tersebut dipicu oleh kesalahpahaman warga terkait prosedur bantuan. Ia menegaskan bahwa data yang dipajang di dinding kantor bukanlah daftar final, melainkan hasil verifikasi awal dari tim Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie.
"Data yang ditempel adalah hasil verifikasi kategori rumah rusak ringan, sedang, dan berat akibat banjir. Data ini belum final," ujar Nasrul, Kamis, 26 Maret 2026.
Mekanisme Sanggah
Sebagai solusi atas keberatan warga, pihak kecamatan telah mengarahkan masyarakat yang merasa berhak namun belum terdata untuk mengajukan keberatan secara resmi.
"Kami sudah meminta warga untuk membuat surat sanggah. Nantinya, surat tersebut akan kami teruskan ke BPBD Pidie untuk ditindaklanjuti," tambahnya.
Banjir di Kecamatan Mutiara sendiri tercatat berdampak pada sebelas gampong (desa), yaituGampong Rapana, Meu Teungoh, Baroh Barat Yaman, Baro Yaman, Mesjid Yaman, Sentosa, Lueng Sagoe, Blang Beureueh, Pante Beureueh, Lampoh Sirong dan Gampong Paloh Kambuk.[]
Posting Komentar untuk "Protes Penyaluran Bantuan Banjir, Puluhan Warga Datangi Kantor Camat Mutiara"