
Musyawarah PGRI Kabupaten Pidie di Oprom Setdakap Pidie.
NALURINEWS.COM, Sigli | Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pidie sukses menyelenggarakan Konferensi XXIII Tahun 2026 yang berlangsung di Oprom Bupati Pidie, Sabtu (4/4/2026). Dalam forum tertinggi organisasi guru tersebut, Dr. Ismed, S.Pd., M.Pd. resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PGRI Pidie untuk masa bakti 2025-2030.
Acara yang dibuka langsung oleh Sekda Pidie, Samsul Azhar, ini menetapkan susunan pengurus inti sebagai berikut:
- Ketua Umum: Dr. Ismed, S.Pd., M.Pd.
- Ketua I: Khaidir, S.Pd.
- Ketua II: Najib, S.Pd.
- Ketua III: Munazir
- Sekretaris: T. Bukhari, S.Pd.
Fokus pada Kredibilitas Guru dan Solidaritas
Ketua PGRI Pidie demisioner, Drs. Yusri, dalam laporannya menyampaikan bahwa konferensi ini dihadiri oleh 45 anggota pemilik suara sah dan 80 undangan. Ia menekankan pentingnya menjaga marwah organisasi agar tidak mudah diintervensi oleh pihak luar.
"PGRI adalah rumah besar bagi guru. Organisasi ini tidak boleh diatur-atur (diintervensi). Kita harus menjaga kredibilitas guru sebagai tenaga pengajar yang profesional," tegas Yusri.
Selain itu, Yusri melaporkan penyaluran bantuan sosial bagi para guru yang terdampak banjir. Dana bantuan tersebut bersumber dari sumbangan PGRI Cilegon sebesar Rp30 juta dan PGRI Pusat sekitar Rp82 juta. "Bantuan telah kami salurkan kepada para guru korban banjir dengan besaran Rp100 ribu hingga Rp300 ribu per orang," tambahnya.
Harapan Pengurus Provinsi: Fungsikan Gedung PGRI
Ketua PGRI Aceh, Almunzir, yang turut hadir dalam acara tersebut, memberikan catatan strategis bagi pengurus baru. Ia menyoroti kondisi Gedung PGRI Pidie yang saat ini masih terbengkalai.
"Gedung PGRI Pidie itu sangat megah dan besar, harus segera ditempati dan difungsikan. Di sanalah pusat penyusunan program strategis dan tempat merumuskan perlindungan hukum bagi guru melalui Dewan Kehormatan Guru," ujar Almunzir.
Ia juga mendorong agar kepengurusan di tingkat kecamatan (Cabang) segera diperluas. Saat ini baru terbentuk 15 pengurus cabang, sementara targetnya adalah seluruh kecamatan di Pidie harus memiliki kepengurusan yang inklusif.
"PGRI tidak hanya milik guru SD. Semua jenjang mulai dari PAUD, TK, SMA, SMK, hingga madrasah di bawah naungan Kankemenag harus diakomodir. Pengurus cabang adalah corong utama penyampai aspirasi guru di akar rumput," jelasnya lagi.
Kriteria Pemimpin Masa Depan
Menutup arahannya, Almunzir mengapresiasi proses pemilihan yang berjalan secara musyawarah mufakat. Ia mengingatkan bahwa sosok ketua tidak boleh dipilih hanya berdasarkan kedekatan personal dengan pejabat daerah, melainkan harus memiliki visi kuat untuk memajukan pendidikan selama lima tahun ke depan.[]
Posting Komentar untuk "Dr. Ismed Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua PGRI Pidie 2025-2030"