Keluhan Warga Pijay Tak Kunjung Usai: Simpang Empat Seunong Jadi ‘Kubangan’ Setiap Hujan

Kondisi jalan di kecamatan di Gampong Geunteng, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya.

NALURINEWS.COM
, Meureudu - Kondisi jalan utama di kawasan Simpang Empat Seunong, Gampong (desa) Geunteng, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya (Pijay) kembali menuai kritik tajam dari warga dan pengguna jalan. 

Pasalnya, setiap kali hujan mengguyur, ruas jalan strategis tersebut berubah menjadi kubangan air yang melumpuhkan aktivitas dan mengancam keselamatan pengendara.

​Genangan air yang menutupi badan jalan ditengarai akibat buruknya sistem drainase di kawasan tersebut. Tanpa saluran pembuangan yang memadai, air hujan terjebak di badan jalan hingga berjam-jam, bahkan berhari-hari, hingga membentuk kolam-kolam kecil yang dalam.

​Kondisi ini dilaporkan telah berlangsung lama, namun hingga kini belum ada langkah konkret atau penanganan serius dari instansi terkait. Selain mempercepat kerusakan aspal, genangan ini membuat permukaan jalan menjadi licin dan berbahaya.

​Abdul Hadi, salah seorang pengguna jalan yang kerap melintasi jalur tersebut, mengungkapkan kekhawatirannya.

​"Kalau hujan turun, jalan langsung seperti kolam. Banyak pengendara yang hampir terjatuh karena lubang di aspal tertutup air, jadi tidak kelihatan," ujarnya kepada Nalurines.com, Senin, 11 Mei 2026.

​Sebagai akses vital bagi mobilitas harian masyarakat Pidie Jaya, warga mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) untuk segera turun tangan. Perbaikan drainase dan pengaspalan ulang menjadi kebutuhan mendesak guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas yang lebih fatal.

​Masyarakat berharap adanya perhatian nyata dari dinas terkait agar Simpang Empat Seunong tidak lagi menjadi langganan banjir, sehingga kenyamanan dan keamanan pengguna jalan dapat kembali terjamin.[Riski]

Posting Komentar untuk "Keluhan Warga Pijay Tak Kunjung Usai: Simpang Empat Seunong Jadi ‘Kubangan’ Setiap Hujan"