Rumah Sang Imam Meunasah di Pidie Terbakar, Satu Ton Padi Jadi Abu


NALURINEWS.COM
, Sigli - Hari Minggu yang seharusnya menjadi momen istirahat bagi keluarga Tgk Ilyas (50) berubah menjadi mimpi buruk yang memilukan. Dalam sekejap mata, rumah yang selama ini menjadi tempat berteduh bagi istri dan ketiga anaknya di Gampong Jurong Krueng Seumideun, Kecamatan Peukan Baro, hangus tak bersisa setelah dilalap si jago merah Minggu, 10 Mei 2026.

​Kesedihan mendalam kian terasa mengingat sosok Tgk Ilyas bukan sekadar warga biasa. Ia adalah seorang buruh tani yang juga mendedikasikan hidupnya sebagai Imam Meunasah, sosok teladan yang mengabdi demi syiar agama di desanya.

​Jerit pilu tak terbendung saat api dengan cepat meratakan bangunan rumah beserta seluruh isinya. Tak ada satu pun harta benda yang berhasil diselamatkan dari kobaran api yang membubung tinggi.

​Di antara puing-puing hitam yang berasap, terselip kerugian yang menyesakkan dada:
​Satu ton padi hasil jerih payah bekerja di sawah—yang sedianya menjadi cadangan pangan keluarga—kini telah menjadi abu.

​Satu unit sepeda motor, alat transportasi utama untuk mencari nafkah, hangus terpanggang.
​Peralatan rumah tangga seperti mesin cuci dan kulkas pun tak lagi berbentuk.

​Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp150 juta, namun nilai kehilangan yang dialami keluarga Tgk Ilyas jauh melampaui angka tersebut. Mereka kini kehilangan tempat pulang dan tumpuan hidup.

​Upaya pemadaman dilakukan secara maksimal oleh dua unit armada pemadam kebakaran yang dibantu penuh oleh perangkat gampong, masyarakat setempat, serta personel Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Api berhasil dikendalikan dan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun beban psikologis yang ditanggung keluarga Tgk Ilyas sangat berat.

​Camat Peukan Baro, Iswadi membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa pihak aparatur gampong bersama instansi terkait sedang melakukan pendataan lebih lanjut untuk langkah penanganan darurat.

​Kini, sang Imam Meunasah beserta istri dan tiga anaknya terpaksa menatap puing-puing rumah mereka. Di atas tanah yang menghitam itu, mereka hanya menyisakan pakaian di badan, sembari berharap ada uluran tangan yang bisa meringankan beban setelah seluruh keringat dan hasil tani mereka lenyap ditelan api dalam sekejap.[]

Posting Komentar untuk "Rumah Sang Imam Meunasah di Pidie Terbakar, Satu Ton Padi Jadi Abu"