NALURINEWS.COM, Sigli - Rasa haru dan gemuruh tepuk tangan membuncah di pinggiran Gampong Benteng, Sabtu, 25 Juli 2026. Bertahun-tahun dinanti, kerinduan warga untuk memiliki akses jalan yang aman dan layak akhirnya terbayar tuntas.
Wakil Bupati Pidie, Alzaizi, secara resmi meresmikan Pemanfaatan Jembatan Perintis Garuda—sebuah bentangan yang kini berdiri kokoh menyambungkan Gampong Benteng dengan nadi perekonomian Pasar Pante Teungoh, Kecamatan Kota Sigli.
Suasana sakral begitu terasa saat untaian doa dan prosesi peusijuk yang dipimpin oleh Tgk. Gade membasahi peresmian tersebut. Begitu pita merah digunting, riuh riang warga tak terbendung lagi. Langkah-langkah pertama yang melintasi jembatan itu menjadi simbol runtuhnya isolasi yang selama ini menghambat mobilitas warga. Peresmian ini menjadi babak baru komitmen pemerintah daerah, melengkapi peresmian Jembatan Perintis Garuda di Kecamatan Mutiara Timur sehari sebelumnya.
Dengan nada bersuara penuh emosional, Wakil Bupati Alzaizi menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran TNI Angkatan Darat, khususnya Kodim 0102/Pidie, yang telah merajut mimpi warga menjadi kenyataan. Ia pun mengetuk hati seluruh masyarakat untuk menjaga warisan berharga ini.
"Jembatan Garuda ini bukan sekadar tumpukan besi dan beton penghubung dua daratan. Ini adalah urat nadi kehidupan!" tegas Alzaizi dengan penuh semangat. "Di sinilah roda ekonomi warga akan berputar lebih cepat ke Pasar Pante Teungoh.
Di atas jembatan ini pula, anak-anak kita melangkah lebih aman mengejar cita-cita mereka ke sekolah. Ini adalah bukti gotong royong, kebanggaan bersama, dan insyaAllah menjadi ladang amal jariyah bagi setiap tetes keringat personel yang terlibat."
Momen bersejarah ini turut disaksikan oleh jajaran Forkopimda Pidie, Forkopimcam Kota Sigli, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Muhammad Irfan Islami, S.IP., M.M., serta para keuchik se-Kecamatan Kota Sigli yang menyatu bersama ribuan warga yang bersuka cita. Kini, Jembatan Garuda berdiri gagah—menjadi benteng harapan baru bagi masa depan Pidie.[]

Posting Komentar untuk "Dua Sisi Pasar yang Tak Lagi Terpisah: Tangis Haru dan Harapan Baru di Atas Jembatan Garuda Sigli"