NALURINEWS.COM, Meureudu - Penanganan pascabanjir hidrometeorologi di Kabupaten Pidie Jaya memasuki babak baru. Tidak sekadar membersihkan sisa material banjir, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya kini tancap gas memulihkan denyut nadi perekonomian dan roda kehidupan masyarakat terdampak.
Langkah konkret ini ditunjukkan langsung oleh Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi saat mendampingi tim gabungan pemerintah pusat meninjau sejumlah titik lokasi bencana pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
Tak tanggung-tanggung, sekitar 20 pejabat lintas kementerian diterjunkan langsung ke lapangan. Rombongan ini dipimpin oleh Staf Ahli Menko Bidang Pangan (Pejabat Eselon I), serta menyertakan jajaran Pejabat Eselon II dari Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Perdagangan, hingga Kementerian Ekonomi Kreatif.
Didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Oriza Safitri, beserta para kepala OPD, Bupati membawa rombongan pusat menyisir mulai dari hunian sementara (huntara), lahan pertanian yang tertutup lumpur, area tambak dan kolam warga, hingga pasar tradisional, sentra UMKM, dan potensi ekonomi kreatif daerah.
Fokus Utama: Sawah Produktif dan Ekonomi Warga Bangkit
Bupati Pidie Jaya menegaskan bahwa dalam masa transisi menuju pemulihan ini, percepatan ekonomi menjadi kebutuhan paling mendesak bagi warga.
“Prioritas kita sekarang adalah bagaimana masyarakat kembali bekerja dan memperoleh penghasilan. Lahan pertanian harus kembali produktif, tambak dipulihkan, dan perdagangan kembali bergerak,” tegas Sibral Malasyi.
Di sektor pertanian, kondisi di lapangan tergolong berat akibat tingginya endapan lumpur dan rusaknya jaringan irigasi. Untuk mengatasi hal ini, Pemkab Pidie Jaya mendorong langkah cepat:
- Usulan Anggaran: Mengusulkan dukungan dana sebesar Rp150 miliar ke pemerintah pusat untuk rehabilitasi serta pemetaan lahan.
- Kebutuhan Alat Berat: Meminta tambahan armada ekskavator untuk mempercepat pembersihan lumpur sawah, melengkapi 1 unit ekskavator bantuan pusat yang sudah beroperasi.
- Bantuan Perikanan: Meminta bantuan sarana produksi (benih dan pakan) bagi pembudidaya ikan dan pemilik tambak yang terdampak.
"Jangan sampai masyarakat terlalu lama menunggu. Semakin lama lahan tidak bisa digunakan, semakin besar kerugian yang ditanggung petani," tambah Bupati.
Integrasi Bantuan Tanpa Tumpang Tindih
Kehadiran perwakilan Kemenko Pangan, Kementan, KKP, Kemendag, dan KemenEkraf secara bersamaan diharapkan mampu menghasilkan integrasi program bantuan yang solid. Dengan demikian, intervensi dari pusat tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan tepat sasaran berdasarkan data riil di lapangan.
Sibral memastikan Pemkab Pidie Jaya tidak akan tinggal diam dan terus berkoordinasi intensif dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Aceh, hingga sektor swasta selama masa pemulihan ini.
Bagi Pidie Jaya, momen pemulihan ini bukan hanya sekadar mengembalikan kondisi daerah seperti sebelum bencana, melainkan batu loncatan untuk membangun kembali kawasan pertanian, perikanan, dan UMKM yang lebih modern, tangguh, dan berkelanjutan.[Riski]

Posting Komentar untuk "Sapu Bersih Dampak Banjir, Bupati Pidie Jaya Boyong Rombongan Kemenko Pangan dan Lintas Kementerian ke Lapangan"