Pulihkan Ekonomi Pasca-Bencana, LSM Timang dan Yayasan HAkA Salurkan Bantuan Modal Usaha untuk Keluarga Disabilitas di Meurah Dua

Proses penyerahan bantuan kepada masyarakat di Gampong Meunasah Dayah Kruet, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya.

NALURINEWS.COM
, Meureudu - Langkah nyata pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana terus digulirkan. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Timang bersama Yayasan HAkA menyalurkan bantuan modal usaha bagi 18 keluarga dan pengasuh penyandang disabilitas di Meunasah Dayah Kruet, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya.

​Bantuan senilai Rp3 juta per penerima manfaat tersebut diserahkan secara simbolis dengan fokus pada pemberdayaan berbasis potensi lokal, mencakup 14 paket usaha ternak biri-biri (masing-masing menerima 2 ekor biri-biri), 2 paket usaha pembuatan kue, serta 2 paket usaha jajanan.

​Direktur Yayasan HAkA, Badrul Irfan, menegaskan bahwa meski HAkA merupakan lembaga yang berfokus pada isu lingkungan, pihak penanggulangan bencana memerlukan pendekatan khusus yang berdampak panjang. Badrul menekankan pentingnya menjaga kemandirian warga di tengah kondisi ketahanan pangan yang krusial pascabencana.

​"Sebelumnya kami masuk dengan program penyediaan depot air minum bersih dan aksi pembersihan rumah serta sumur warga. Kami sangat bersyukur laporan menunjukkan bantuan tersebut berkembang baik dan tidak menguap begitu saja. Untuk program ini, kami berharap pendampingan dari LSM Timang berjalan optimal agar bantuan yang terbatas ini benar-benar membawa manfaat berkelanjutan bagi penyandang disabilitas," ujar Badrul Irfan.
​
Dalam kesempatan tersebut, Camat Meurah Dua, Iskandar, S.E., menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian LSM Timang dan Yayasan HAkA terhadap warganya. Ia mengenang kembali potensi gampong Meunasah Dayah Kruet sebelum diterpa banjir besar.

​"Dulu sebelum musibah banjir menimpa, Dayah Kruet adalah pusat kuliner pagi. Orang-orang dari berbagai wilayah datang ke sini khusus untuk membeli nasi gurih dan kue. Kami berharap bantuan usaha kue dan jajanan ini bisa menghidupkan kembali denyut ekonomi warga," ungkap Iskandar.

​Iskandar menambahkan, dari 19 desa di wilayahnya, sebanyak 16 desa terdampak hebat oleh banjir lalu. Selain sektor UMKM dan peternakan, pemulihan sektor pertanian juga menjadi perhatian mendesak untuk mencegah timbulnya kerawanan sosial di tengah masyarakat.

​"Kondisi tanah pascabencana saat ini sangat potensial karena daya resap airnya tinggi. Ini momentum tepat untuk penanaman komoditas seperti jagung, kacang tanah, dan semangka. Pemerintah sendiri saat ini sudah mulai menyalurkan bantuan bibit jagung," tambahnya.

​Skema Dana Solidaritas dan Pendampingan Berkelanjutan

​

Sebelum penyerahan bantuan, LSM Timang bersama Kelompok Puwoe Seumangat dan perangkat gampong telah menyepakati formulasi keberlanjutan program. Salah satunya melalui penerapan skema dana solidaritas sebesar 25% dari keuntungan bersih usaha.

​Dana solidaritas ini nantinya dialokasikan untuk membantu anggota kelompok lain yang membutuhkan serta menjamin keberlangsungan program di gampong tersebut.

​Guna memastikan bantuan modal dikelola secara tepat guna dan produktif, staf LSM Timang, Faisal, menegaskan bahwa timnya akan melakukan pendampingan intensif kepada seluruh penerima manfaat selama tiga bulan ke depan.[]

Posting Komentar untuk "Pulihkan Ekonomi Pasca-Bencana, LSM Timang dan Yayasan HAkA Salurkan Bantuan Modal Usaha untuk Keluarga Disabilitas di Meurah Dua"