SPPG Terbukti Hidupkan Ekonomi Petani Pidie dan Jaga Fokus Sekolah, BGN Didesak Pertahankan Mekanisme Kerja Sama

Usman M Yusuf.

NALURINEWS.COM
, Sigli - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dinilai menjadi kunci utama keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Badan Gizi Nasional (BGN). Tak hanya memastikan ketersediaan pangan bernutrisi bagi para siswa, kehadiran SPPG terbukti memberi dampak ganda (multiplier effect) dengan mendongkrak perekonomian masyarakat bawah, khususnya para petani lokal hingga ke pelosok daerah.

​Pelaksanaan MBG di Kabupaten Pidie terbukti berjalan efektif, tertib, dan tepat sasaran berkat peran aktif SPPG yang menyerap hasil panen langsung dari rantai pasok lokal. Langkah ini dinilai ampuh menghidupkan rantai ekonomi desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani yang selama ini kesulitan menembus pasar yang stabil.

​Mitra Yayasan Bungsu Usaha Baru, Usman M Yusuf, menegaskan pentingnya BGN untuk terus mempertahankan mekanisme kerja sama dengan SPPG. Pembagian peran yang profesional ini dinilai sangat krusial agar fungsi pendidikan dan pemenuhan gizi berjalan beriringan tanpa saling mengganggu.

Menjaga Marwah Sekolah, Menggerakkan Ekonomi Desa

​Menurut Usman, penanganan teknis penyediaan makanan sudah sepatutnya diserahkan sepenuhnya kepada SPPG sebagai unit operasional khusus. Pihak sekolah tidak boleh dibebani oleh urusan logistik dan dapur yang berpotensi menguras waktu serta memecah konsentrasi tenaga pendidik.

​“Pelaksanaan pelayanan MBG tetap dilaksanakan oleh SPPG. Sekolah tetap fokus pada tugas utamanya, yaitu proses belajar mengajar dan memberikan pelayanan pendidikan kepada para siswa,” ujar Usman, Kamis, 11 September 2026.

​Ia menambahkan, keterlibatan SPPG memberikan kepastian bagi dua sektor sekaligus:

​- Sektor Pendidikan: Guru dan kepala sekolah dapat sepenuhnya berkonsentrasi pada kegiatan akademik, pembinaan siswa, serta penciptaan suasana belajar yang kondusif.

​- Sektor Pangan & Ekonomi: SPPG secara fokus mengelola standar gizi, ketepatan waktu distribusi, dan rantai pasok bahan baku yang bersumber langsung dari petani lokal.

​“Jangan sampai pelaksanaan program yang tujuannya sangat baik justru membuat konsentrasi sekolah terpecah. Masing-masing pihak harus menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya sesuai porsi,” tegasnya.

​Dukungan kuat dari para pendukung SPPG di daerah ini menjadi sinyal hijau bagi BGN bahwa sinergi yang terbangun sudah berada di jalur yang benar. Melalui koordinasi yang solid antara pengelola SPPG, sekolah, dan pemangku kepentingan lokal, Program MBG tak hanya mencetak generasi penerus yang sehat dan berilmu, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi rakyat kecil di seluruh pelosok negeri.[]

Posting Komentar untuk "SPPG Terbukti Hidupkan Ekonomi Petani Pidie dan Jaga Fokus Sekolah, BGN Didesak Pertahankan Mekanisme Kerja Sama"