![]() |
| Kegiatan Implementasi Rekomendasi Studi UNDERVAC-ID untuk meningkatkan cakupan imunisasi dasar anak di Kabupaten Pidie. |
NALURINEWS.COM, Sigli - Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie bekerja sama dengan IMERI FK UI, LPPM USK, dan TDMRC Universitas Syiah Kuala menggelar kegiatan Implementasi Rekomendasi Studi UNDERVAC-ID untuk meningkatkan cakupan imunisasi dasar anak di Kabupaten Pidie. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 8 Oktober 2026 ini melibatkan para Penyuluh Agama Islam se-Kabupaten Pidie sebagai upaya memperkuat strategi program imunisasi melalui kolaborasi lintas sektor.
Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pidie H. Samhudi, S.Si, Kepala Dinas Kesehatan Pidie dr. Dwi Wijaya, perwakilan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Pidie dr. Faisal, Sp.A, serta perwakilan tim peneliti FKUI-USK Dr. dr. Ichsan, M.Sc., SpKKLP., Subsp. FOMC.
Meningkatkan cakupan imunisasi anak membutuhkan pendekatan komunikasi, kepercayaan, dan gerakan bersama. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pidie, dr. Dwi Wijaya, menegaskan pentingnya peran penyuluh agama yang memiliki ruang interaksi luas di masyarakat melalui pengajian dan pembinaan keluarga.
“Ketika pesan kesehatan disampaikan oleh pihak yang dipercaya masyarakat, peluang untuk diterima menjadi lebih besar. Kolaborasi dengan Penyuluh Agama merupakan kekuatan yang perlu kita bangun bersama,” ujar dr. Dwi Wijaya.
Sementara itu, peneliti DR. dr. Ichsan menjelaskan bahwa hasil studi UNDERVAC-ID menunjukkan salah satu hambatan terbesar imunisasi di Pidie adalah minimnya figur teladan (role model) dari tenaga kesehatan serta kurangnya keterlibatan tokoh masyarakat dan agama.
Sementara itu, peneliti DR. dr. Ichsan menjelaskan bahwa hasil studi UNDERVAC-ID menunjukkan salah satu hambatan terbesar imunisasi di Pidie adalah minimnya figur teladan (role model) dari tenaga kesehatan serta kurangnya keterlibatan tokoh masyarakat dan agama.
“Penyuluh agama diharapkan tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi role model dalam mendukung manfaat imunisasi untuk mencegah penyakit berbahaya,” jelas Dr. Ichsan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Kemenag Pidie, H. Samhudi, S.Si, menyambut baik langkah sinergis ini. Menurutnya, edukasi kesehatan berbasis pendekatan spiritual akan lebih mudah diterima oleh masyarakat.
“Pencegahan penyakit menular melalui imunisasi harus dimulai dari kesadaran kolektif. Pesan ini lebih mudah diterima jika disampaikan dengan pendekatan spiritual, bahwa menjaga kesehatan adalah bagian dari amanah Allah SWT,” tutur Samhudi.
Melalui forum dialog ini, disepakati beberapa langkah konkret, antara lain penguatan koordinasi antara Puskesmas dan Penyuluh Agama, penyisipan pesan imunisasi dalam khutbah serta pengajian, hingga pendampingan keluarga.
Langkah ini sejalan dengan arah penguatan program imunisasi di Aceh tahun 2026 yang fokus menekan angka anak zero dose. Implementasi Studi UNDERVAC-ID di Pidie diharapkan tidak berhenti pada forum pertemuan saja, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan hingga ke tingkat gampong dan Posyandu demi mewujudkan generasi Pidie yang sehat.[]


Posting Komentar untuk "Dinkes Pidie Implemetasikan Rekomendasi Studi UNDERVAC-ID Bersama Penyuluh Agama"