Seruan Kemanusiaan untuk Korban Banjir Pidie Jaya


NALURINEWS.COM
, Meureudu - Bencana banjir bandang di Kabupaten Pidie Jaya dilaporkan masih menyisakan kepedihan mendalam, dengan setidaknya empat wilayah—termasuk Duson Pante, Pante Beureune, Dayah Usen, dan Menasah Mancang—terisolasi total hingga hari ini. 

Akses menuju lokasi terputus akibat timbunan material kayu, lumpur tebal, dan rusaknya jalur utama, membuat ribuan warga sangat membutuhkan uluran tangan segera.

Duson Pante di Gampong Menasah Lhok menjadi titik terparah yang sulit dijangkau. Laporan menyebutkan banyak rumah warga terendam air luapan dan akses jalan utama tertutup total oleh tumpukan material kayu dan puing. Warga setempat hingga kini masih bertahan di tengah keterbatasan, berharap tim gabungan berhasil menembus medan yang sangat berat.

​Di lokasi lain, kondisi di Pante Beureune juga tidak kalah kritis. Arus air yang sangat deras menyeret material dari hulu sungai, menimbun seluruh badan jalan sehingga melumpuhkan aktivitas warga untuk mencari kebutuhan pokok. 

Sementara upaya evakuasi dan pendataan di Dayah Usen dan Menasah Mancang terus dilakukan oleh tim relawan dan pemerintah daerah, meskipun mereka menghadapi hambatan serius berupa medan yang licin dan cuaca yang tidak menentu.

​Di tengah situasi darurat ini, warga di empat desa tersebut terus menyuarakan harapan agar bantuan vital dapat segera tiba. Kebutuhan mendesak yang diserukan meliputi logistik makanan, air bersih, obat-obatan, dan terutama dukungan alat berat untuk membuka kembali jalur akses yang tertutup total.

​Situasi ini menjadi seruan kemanusiaan dan pengingat akan pentingnya solidaritas. Bantuan apa pun, sekecil apa pun, akan menjadi harapan baru dan dukungan moral yang tak ternilai bagi saudara-saudara kita di Pidie Jaya yang kini berjuang bangkit dari keterpurukan.[Riski]

Posting Komentar untuk "Seruan Kemanusiaan untuk Korban Banjir Pidie Jaya"