Pengungsi Banjir Pidie Jaya Kesulitan Makan, Dapur Umum Berhenti Beroperasi

Kondisi pengungi di Kabupaten Pidie Jaya.

NALURINEWS.COM
, Meureudu - Para pengungsi korban banjir bandang di Gampong Blang Cut, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, mulai mengeluhkan penghentian aktivitas dapur umum di lokasi pengungsian sejak Minggu, 21 November 2025. Kondisi ini membuat warga semakin kesulitan memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

​Hingga Kamis, 25 Desember 2025, area pengungsian di Cot Trieng, Gampong Blang Cut, masih dipadati warga. Mereka belum bisa kembali ke rumah karena kondisi bangunan yang masih tertimbun lumpur tebal sisa banjir bandang.

Mengandalkan Bantuan Relawan

​Sejak dapur umum berhenti beroperasi, warga tidak lagi mendapatkan pasokan makanan siap santap secara rutin. Saat ini, para pengungsi hanya bergantung pada bantuan makanan instan atau nasi bungkus yang dibawa oleh pengunjung dan relawan secara mandiri. Namun, bantuan tersebut datang tidak menentu.

​"Kami terpaksa bertahan dengan makanan instan. Mau masak sendiri pun tidak bisa karena rumah masih penuh lumpur dan belum layak ditempati," ujar Aminah, salah satu pengungsi di arena Cot Trieng.

Krisis Air Bersih dan Tenda

​Selain persoalan makanan, Aminah mengungkapkan bahwa warga di pengungsian mulai mengalami krisis air bersih dan fasilitas MCK (Mandi, Cuci, Kakus) yang tidak memadai. Ia juga menyebutkan bahwa warga masih sangat membutuhkan tambahan tenda pengungsian yang lebih layak.

​Warga berharap Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya melalui instansi terkait segera mengaktifkan kembali dapur umum atau menyalurkan bantuan logistik secara rutin. Mengingat proses pembersihan material lumpur di pemukiman warga masih membutuhkan waktu lama, keberadaan dapur umum menjadi tumpuan utama bagi kelangsungan hidup para pengungsi.[Riski]

Posting Komentar untuk "Pengungsi Banjir Pidie Jaya Kesulitan Makan, Dapur Umum Berhenti Beroperasi"