Debu Tebal Kepung Permukiman, Warga Pidie Jaya Hadapi Masalah Baru Pasca-Banjir

Kondisi jalan berdebu di Gampong Dayah Husen, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya.

NALURINEWS.COM
, Meureudu - Dua bulan lebih pasca-banjir bandang yang melanda Kabupaten Pidie Jaya, warga terus dihadapkan pada persoalan baru. Akses jalan yang sebelumnya berlumpur kini berubah menjadi "lautan debu" yang mengepung permukiman.

​Memasuki bulan ketiga pasca-bencana, kondisi lingkungan di beberapa gampong masih jauh dari kata normal. Saat warga masih berjibaku dengan melawan lumpur dan puing, kini mereka dipaksa menghirup debu pekat setiap hari.

Jalan menuju Meunasah Mancang Dayah Husen menjadi salah satu titik terparah. Jalur yang dulunya tertutup lumpur pekat kini mengering dan menyisakan hamparan debu tebal. Setiap kendaraan yang melintas memicu kabut debu yang mengganggu jarak pandang dan kesehatan pernapasan warga.

​Hafiza, seorang anak warga Meunasah Mancang, mengeluhkan dampak buruk kondisi tersebut bagi keluarganya. "Setiap pagi debu masuk ke rumah, bikin batuk dan sesak. Kami sangat berharap pemerintah bisa segera membersihkan jalan ini," ujarnya.

Warga menilai, meski masa tanggap darurat telah diperpanjang, upaya pembersihan belum maksimal. Selain debu, material sisa banjir seperti tumpukan pasir dan batu masih berserakan di bahu jalan.

​Kondisi ini kian memprihatinkan saat angin kencang bertiup. Debu beterbangan masuk ke rumah warga, sekolah, hingga tempat ibadah. Sejumlah warga mulai melaporkan keluhan gangguan pernapasan (ISPA) ringan akibat paparan polusi udara tersebut.

Harapan Warga

Masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya untuk segera menurunkan tim kebersihan atau setidaknya melakukan penyiraman jalan secara rutin.

​“Kami sudah lelah. Dulu harus melawan lumpur, sekarang debu. Tolong jangan biarkan kami berjuang sendiri,” keluh salah seorang warga lainnya.

​Warga kini berharap proses pemulihan pasca-bencana dipercepat. Tidak hanya fokus pada perbaikan infrastruktur bangunan, tetapi juga pemulihan kualitas lingkungan agar mereka dapat kembali menjalani kehidupan dengan layak.[Riski]

Posting Komentar untuk "Debu Tebal Kepung Permukiman, Warga Pidie Jaya Hadapi Masalah Baru Pasca-Banjir"