Janji Suci Tak Tertunda: Pernikahan Sederhana di Tengah Keterbatasan Pasca-Bencana

Prosesi pengantara pengantin pria di Kabupaten Pidie Jaya.

NALURINEWS.COM
, Sigli - Lima bulan berlalu sejak bencana melanda Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, duka dan keterbatasan masih menyelimuti warga. Namun, di tengah kondisi pemulihan yang belum sepenuhnya stabil, kebahagiaan tetap menemukan jalannya.

​Sejumlah warga hingga kini masih bertahan dengan kondisi rumah yang rusak dan fasilitas publik yang terbatas. Meski ekonomi belum sepenuhnya pulih, hal tersebut tidak menyurutkan niat sepasang mempelai, Mona dan Idhami, warga Desa Meunasah Mancang, Kecamatan Meurah Dua untuk tetap mengikat janji suci.

​Prosesi pernikahan digelar secara sederhana pada Minggu (29/03). Tanpa kemewahan, sebuah tenda bersahaja berdiri di halaman rumah. Hidangan bagi tamu undangan pun disiapkan secara gotong royong oleh keluarga dan tetangga—sebuah potret solidaritas yang masih kental di tengah masa sulit.

“Kami tetap melaksanakan pernikahan ini meskipun kondisi belum sepenuhnya pulih. Yang penting adalah kebersamaan dan doa dari keluarga serta masyarakat,” ujar Mona, pengantin wanita, dengan nada haru.

​Meski jauh dari kesan mewah, suasana hangat dan penuh syukur tetap menyelimuti acara tersebut. Kehadiran para tetangga bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan bentuk dukungan moril bagi kedua mempelai.

​Pernikahan Mona dan Idhami menjadi simbol kuat bahwa harapan dan kebahagiaan tidak boleh berhenti, sekalipun di tengah cobaan dan keterbatasan.[Riski]

Posting Komentar untuk "Janji Suci Tak Tertunda: Pernikahan Sederhana di Tengah Keterbatasan Pasca-Bencana"