Sawah Warga Pidie Jaya Masih Tertimbun Kayu dan Batu, Pemerintah Dituntut Segera Bertindak

Kondisi area perawahan di Gampong Sunong, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya.

NALURINEWS.COM
, Meureudu – Hampir satu tahun berlalu sejak bencana banjir melanda Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Namun, jejak kehancuran akibat bencana tersebut masih terlihat jelas. Tumpukan material batu, pasir, serta gelondongan kayu berukuran besar hingga kini masih memenuhi sejumlah areal persawahan warga.

​Salah satu wilayah yang paling merasakan dampaknya adalah Desa Seunong, Kecamatan Meurah Dua. Berada di antara aliran Sungai Meureudu dan kawasan perbukitan, desa ini masih jauh dari kata pulih.

​Bencana ini tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mematikan mata pencaharian utama warga. Sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi lumpuh total karena lahan belum bisa diolah kembali.

​Sejumlah areal persawahan yang masih tertimbun material sisa banjir meliputi:

  • ​Sawah Blang Pulau di Desa Seunong
  • ​Sawah Payah Gaboh
  • ​Sawah Paloh Trieng di Blang Awe

​Ketiga kawasan persawahan tersebut mencakup luas sekitar 10 hektare dan belum mendapatkan penanganan secara tuntas hingga saat ini.

​Kepala Desa Seunong, Saiful, mengungkapkan bahwa upaya pembersihan sebenarnya pernah dilakukan, namun terhenti dan tidak ada penyelesaian menyeluruh. Menurutnya, sudah banyak pihak yang datang meninjau, tetapi warga masih menanti langkah nyata.

​"Jangankan menanam padi, jagung pun tidak bisa kami tanam. Aliran sungai sudah membelah sawah, aliran air belum selesai, sementara material kayu dan batu masih menumpuk. Harapan kami, secepatnya ada solusi agar masyarakat Seunong bisa menggunakan sawahnya kembali," tutur Saiful.

​Harapan warga kini sedikit menemui titik terang setelah Bupati Pidie Jaya bersama rombongan melakukan kunjungan lapangan pada Senin, 2 November 2026. Didampingi Kepala Desa Seunong, bupati meninjau langsung kondisi persawahan serta aliran sungai yang rencananya akan dipasangi pengaman menggunakan batu gajah.

​Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum awal bagi pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera merealisasikan penanganan nyata, bukan sekadar peninjauan.

​Bagi masyarakat Desa Seunong, pemulihan sawah bukan sekadar memperbaiki lahan yang rusak, melainkan mengembalikan sumber penghidupan keluarga yang telah hilang selama hampir setahun terakhir. Warga kini menunggu realisasi janji pemerintah agar roda perekonomian mereka dapat kembali berputar.[Riski]

Posting Komentar untuk "Sawah Warga Pidie Jaya Masih Tertimbun Kayu dan Batu, Pemerintah Dituntut Segera Bertindak"